LAPORAN KARYA TULIS ILMIAH
KULIAH KERJA NYATA INTEGRAL MULTI
MODEL
ANGKATAN 72 SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2015/2016
UNIVERSITAS TADULAKO
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSAKATA
SISWA DALAM MEMAHAMI DAN MERESPON MAKNA TEKS ESEI PENDEK BERBENTUK PROSEDUR
TEKS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI MODEL TERPADU
MADANI
POSKO
: BINA KAMPUS 2
FAKULTAS/LEMBAGA : KIP
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Pelaksanaan
Kuliah kerja Nyata (KKN) Integral Multi
Model Universitas Tadulako
Angkatan 72 Semester Ganjil Tahun Akademik 2015/2016
Disusun Oleh
NI KETUT PUTRI
DARMAYANTI
A 121 12 033
PUSAT
PENGEMBANGAN IMPLEMENTASI INOVASI ILMU
PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (PPI IPTEK)
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN
KEPADA MASYARAKT
UNIVERSITAS
TADULAKO
2015
Halaman Pengesahan
Meningkatkan
Kemampuan Kosakata Siswa Dalam Memahami Dan Merespon Makna Teks Esei Pendek
Berbentuk Prosedur Teks Melalui Model Pembelajaran Mind Mapping Di Sekolah Menengah Pertama Negeri Model Terpadu
Madani
NAMA : NI KETUT PUTRI DARMAYANTI
STAMBUK : A 121 12 033
PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS : KIP
POSKO : BINA
KAMPUS 2
FAKULTAS/LEMBAGA : KIP/PEND.KIMIA
Laporan Karya Tulis Ilmiah ini
telah diperiksa dan disetujui
sesuai saran-saran
dosen pembimbing
Palu, 26 November 2015
Mengetahui,
Menyetujui,
Ketua
Panitia Dosen Pembimbing
KKN
Multi Model PPII LPPM
Univ.Tadulako
Dr. Muchtar Lutfi, SE.
MSi Dr. Ahmad Ramadhan M.Kes
NIP 19680202 199303 1 002 NIP
19651218 199001 1 001
KATA PENGANTAR
Puji dan
Syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun karya
tulis ini tepat pada waktunya. Karya
tulis ini membahas tentang
Model Pembelajaran Mind
Mapping dapat Meningkatkan Kemampuan Kosakata Siswa dalam Memahami dan Merespon
Makna Teks Esei Pendek Berbentuk Prosedur Teks di Sekolah Menengah Pertama
Negeri Model Terpadu Madani.
Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan
tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya
itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal
dari Tuhan Yang Maha Esa.
Pada kesempatan ini pula, secara tulus dan ikhlas peneulis ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua
pihak yang telah memberikan bantuan dan partisipasinya baik langsung maupun
tidak langsung sejak awal sampai pada proses pembuatan laporan
ini, antara lain kepada :
1.
Rektor UniversitasTadulakoPalu
2.
Dekan FKIP Universitas
Tadulako
3.
Seluruh Wakil Dekan
FKIP Unversitas Tadulako
4.
Seluruh Panitia pelakasana KKN dan PPLT
Universitas Tadulako.
5.
Kepada
Bapak Dr. Ahmad Ramadhan M.Kes selaku dosen pembimbing yang
telah bersedia meluangkan waktu memberikan
bimbingannya sehingga segala kegiatan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
6.
Kepala
SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu Bpk. Suparman, M.Pd, terima kasih atas saran-sarannya yang sangat bijaksana yang
terus memberikan bimbingan
kepada mahasiswan sehingga
segala kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang
kami harapkan.
7.
Bapak
Yamon Sudamara S.Pd., M.Pd selaku Guru Pamong
yang telah banyak mengajarkan dan memberikan bimbingannya selama melaksanakan
kegiatan belajar dan mengajar.
8.
Seluruh Guru dan staf SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu, untuk setiap arahan dan masukannya yang
membangun.
9.
Orang
tua, kakak, keponakan, dan sahabat yang telah memberikan bantuan
baik moril maupun materil selama melaksanakan KKN dan PPLT.
10.
Kepada seluruh
rekan-rekan mahasiswa PPLT SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu dan mahasiswa
KKN Bina Kampus 2, terimakasih atas kekompakannya.
11.
Keluarga
besar Bahasa
Inggris khususnya teman-teman angkatan 2012 terima kasih atas bantuan dan semangatnya.
12.
Serta kepada seluruh
pihak yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu dalam tulisan ini, semoga
amal baiknya dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa, dengan cara dimudahkan segala
urusannya dan dilimpahkan rezkinya, Amin.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam
penyusunan laporan ini, masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan dari segi
tata bahasa, cara penulisan, maupun isinya. Oleh karena itu, saya
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari semua pihak demi penyempurnaan laporan ini.
Akhirnya tiada kata yang lebih pantas terucap selain tertitip doa dari penulis semoga segala kebaikan dan bantuan yang telah diberikan
mendapat imbalan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa penulisan
karya tulis ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif
dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan karya
tulis selanjutnya. Akhir kata semoga karya
tulis ini dapat memberikan manfaat
kepada kita sekalian.
Palu, 26
November 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA
PENGANTAR
i
DAFTAR ISI
iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1
1.2 Perumusan Masalah
3
1.3 Tujuan penelitian
3
1.4 Manfaat Penelitian 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Contextual Teaching and Learning
7
2.2 Mind Mapping
10
2.3 Hasil
Belajar Bahasa Inggris
11
2.4 Teks Prosedur 12
BAB III
GAMBARAN UMUM LOKASI
3.1
Sekolah
15
3.1.1 Sejarah Berdirinya Sekolah 15
3.1.2 Letak Geografis Sekolah
22
3.1.3 Kondisi Fisik Sekolah 22
BAB IV METODE
PENELITIAN
4.1Strategi
Penelitian
25
4.2
Instrumen Penelitian 26
4.3
Populasi dan Sampel
26
BAB
V PEMBAHASAN
5.1 Lokasi dan Objek Penelitian 27
5.2 Hasil
27
BAB
VI PENUTUP
6.1 Simpulan
33
6.2 Implikasi atau Rekomendasi 33
6.3 Saran
34
DAFTAR
PUSTAKA
35
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemampuan berbahasa Inggris merupakan suatu
kebutuhan dan keharusan di era komunikasi dan globalisasi sekarang ini.
Pelajaran Bahasa Inggris di SMP berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa
dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Setelah menamatkan studi,
mereka diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri,
cerdas, terampil dan berkepribadian siap ikut serta dalam pembangunan nasional.
Pengajaran Bahasa Inggris di SMP meliputi
empat kemampuan berbahasa yaitu : Menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Semua itu harus didukung oleh unsur unsur bahasa lainnya yaitu : Kosa kata,
Tata Bahasa, dan Pronuonciation sesuai dengan tema sebagai alat tujuan dari
pembelajaran itu sendiri. Dari ke empat keterampilan berbahasa tersebut diatas,
pembelajaran keterampilan Membaca (Reading) ternyata kurang dapat berjalan
sebagaimana mestinya. Kemampuan mengungkapkan dan merespon makna dalam bentuk
esei pendek sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi
dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure dan report
adalah salah satu Kompetensi Dasar (KD) yang harus dikuasai oleh siswa Kelas IX
Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pembelajaran mengungkapkan dan merespon makna
dalam bentuk esei pendek sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk
berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure
dan report telah penulis lakukan secara klasikal. Dalam pembelajaran tersebut
penulis menjelaskan materi pokok yang terdapat dalam indicator sebagai berikut
:
a.
Mengidentifikasi makna gagasan dalam teks berbentuk procedure.
b. Mengidentifikasi berbagai informasi yang
terdapat dalam teks berbentuk procedure.
Gaya belajar setiap individu biasanya memiliki gaya
belajar tidak hanya satu tetapi mungkin ada yang memiliki gaya belajar
dua atau tiga macam. Bagi peserta didik yang demikian biasanya akan lebih mudah
merespon stimulus yang disampaiakan oleh pendidik dibandingkan pembelajar yang
hanya memiliki hanya stu gaya belajar, dan mereka yang, memiliki gaya belajar
yang lebih dari satu mereka umumnya mudah menyesuaikan terhadap stimulus yang
ada.
Siswa disuruh membaca teks esei pendek
berbentuk procedure kemudian mereka menterjemahkannya. Selanjutnya siswa
mengidentifikasi dan mencari makna gagasan dan informasi yang terdapat dalam
teks berbentuk procedure tersebut. Hasil pembelajaran tersebut ternyata dibawah
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari hasil refleksi penulis diperoleh data
bahwa selama proses pembelajaran siswa sangat pasif dan mengeluh serta
munculnya rasa tidak percaya diri. Mereka sangat kesulitan mngerjakan tugas
tugasnya. Jelas, pembelajaran ini sangat tidak epektif atau dengan kata lain
pembelajaran tersebut tidak berhasil (Gagal). Uraian tersebut diatas merupakan
kegagalan terhadap hasil dan proses belajar. Kegagalan tersebut merupakan
masalah yang harus diatasi. Untuk mengatasi kegagalan pembelajaran tersebut diatas,
penulis berusaha mencari solusi yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan. Dalam hal ini seorang guru dituntut untuk kreatif dan
inovatif dalam mencari satu teknik pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan
kondisi kelas. Prinsip PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan
Menyenangkan) harus dilaksanakan.
Guru bukan lagi merupakan sosok yang ditakuti
dan bukan pula sosok otoriter, tetapi Guru harus bisa menjadi seorang
fasilitator dan motor yang mampu memfasilitasi dan menggerakan siswa untuk
memperoleh ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan. Berdasarkan pengalaman
penulis, penulis berhipotesis bahwa teknik belajar (teori belajar)
Kontruktivisme sangatlah tepat kalau dipakai dalam pembelajaran ini. Penulis
mencoba menggunakan model pembelajaran Mind Mapping di Kelas IX Ibnu Sina SMP
Negeri Model TerpaduMadani.
1.2 Perumusan Masalah
Masalahberdasarkan latar belakang
permasalahan tersebut diatas maka penulis telah merumuskan permasalahan adalah
: “Apakah melalui Model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan
kosa kata siswa dalam memahami dan merespon makna teks esei pendek berbentuk
procedure di kelas IX Ibnu Sina Sekolah Menengah Pertama Model Terpadu Madani?
1.3 Tujuan penulisan
1.
Tujuan Umum
Secara umum penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaranMind
Mapping dapat meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam memahami dan
merespon makna teks esei pendek berbentuk procedure.
2.
Tujuan Khusus
Selain tujuan umum penelitian ini
juga memiliki tujuan khusus, adapun tujuan khusus penelitian ini antara lain
sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui pengaruh
penggunaan pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan
kosa kata siswa dalam memahami dan merespon makna teks esei pendek berbentuk
procedurepada siswa Sekolah Menengah Pertama
Model Terpadu Madani.
b. Untuk
meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam merespon makna teks esei pendek
berbentuk procedure.
c. Untuk mengembangkan
strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang efektif, efisien, dan
menyenangkan.
d. Agar siswa dapat
melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan komunikasi dengan mengungkapkan
ide, gagasan, pendapat dan perasaannya secara sederhana baik lisan ataupun
tulisan.
Secara umum penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan Mind
Mapping dapat meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam memahami dan
merespon makna teks esei pendek berbentuk procedure pada siswa Sekolah Menengah Pertama Model Terpadu Madani.
1.3 Manfaat Peulisan
Manfaat penyusun
laporan ini di pilah menjadi dua manfaat sebagai berikut:
a. Bagi Guru
1.
Mengembangkan model pembelajaran yang
efektif, efisien, dan yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam
proses pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan kompetensi komunikatif
mereka.
2.
Membantu memperbaiki / meningkatkan proses
dan hasil belajar mengajar.
3.
Membantu meningkatkan kualitas
profesionalisme guru sebagai pendidik.
4.
Membantu dalam penyusunan karya ilmiah yang
merupakan salah satu syarat kenaikan pangkat dari golongan IVa ke jenjang
berikutnya.
5.
Membantu dalam penyusunan karya ilmiah untuk
dijadikan penilaian guna mendapatkan tunjangan sertifikasi guru/pendidik.
b. Bagi
Siswa
1.
Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami
dan merespon makna dalam esei pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa
lisan dan tulisan secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam
konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure.
2.
Meningkatkan rasa senang dan motivasi
belajar.
3.
Meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam
berkomunikasi.
4.
Meningkatkan kompetensi komunikatif dan
prestasi belajar Bahasa Inggris.
5. Meningkatkan
keaktifan, kreatifitas, dan hasil belajar siswa yang lebih tinggi.
c.
Bagi Sekolah
Melalui Model pembelajaran Mind Mapping membantu memperbaiki serta dapat
menambah referensi model pembelajaran pada siswa Sekolah Menengah Pertama Model Terpadu Madani.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Contextual Teaching and Learning (Pembelajaran
Kontekstual)
Setiap
siswa mempunyai kemampuan berfikir yang berbeda-beda. Ketika siswa melihat
suatu persoalan maka cara dan intensitas berfikir setiap siswa pun berbeda
pula. Perbedaan perbedaan tersebut akibat dari perbedaan minat, kemampuan,
kesenjangan, pengalaman, cara belajar, dan sebagainya ( Depdiknas, 2002 : 24 ).
Perbedaan perbedaan tersebut akan berdampak pada proses dan hasil sebuah
pembelajaran. Berbagai pendekatan, strategi dan model pembelajaran telah
dikembangkan oleh para ahli untuk mengcover kemampuan berpikir siswa yang
berbeda beda tersebut. Pendekatan yang paling sering digunakan di era KTSP
adalah Contextual Teaching Learning ( CTL ) yang dikembangkan dalam model
Cooperative Learning. Pendekatan CTL itu sendiri memiliki 7 elemen penting
yaitu :Inquiri (Inquiri), Pertanyaan (Questioning), Kontruktifistik (Kontruktifism),
Pemodelan (Modeling), Masyarakat Belajar (Learning Community), Penilaian
Otentik (Authentic Assestment ), dan Refleksi (Reflektion). Para ahli
berpendapat bahwa model pembelajaran ini sangat cocok untuk diterapkan di era
pendidikan sekarang yang lebih menekankan pada kontektual, bermakna, dan
menyenangkan. Blancard (2001) mengembangkan strategi pembelajaran kontekstual
dengan :
1. Menekankan
pemecahan masalah.
2. Menyadari
kebutuhan pengajaran dan pembelajaran yang terjadi dalam berbagai konteks
seperti rumah, masyarakat, dan pekerjaan.
3.
Mengajari siswa memonitor dan mengarahkan
pembelajaran mereka sendiri sehingga menjadi siswa mandiri.
4.
Mengaitkan pembelajaran pada konteks
kehidupan siswa yang berbeda-beda.
5.
Mendorong siswa untuk belajar dari sesama
teman dan belajar bersama dan menerapkan penilaian
autentik.
Penulis menyetujui bahwa pendekatan CTL
sangat cocok untuk digunakan dan sesuai dengan KTSP, penulis mendesain satu
teknik pembelajaran yang lebih sedrhana tanpa mengurangi esensi dari CTL itu
sendiri. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Model pembelajaran Mind
Mapping.
Contextual Teaching and Learning
Approach (pembelajaran kontekstual approach) merupakan pendekatan pembelajaran dimana proses
pembelajaran seoptimal mungkin mengkaitkan materi pembelajaran dengan konteks
yang ada di dunia nyata sehingga siswa dapat menerapkan ilmu dan pengalaman
yang mereka dapatkan dari proses pembelajaran untuk bisa survival dalam hidup yang sebenarnya kelak. Dan bekal yang sudah
mereka miliki merupakan modalitas untuk ketrampilan hidup (life skill). Menurut Zahorik pengertiannya adalah sebagai berikut:
“Knowledge
is constructed by humans. Knowledge is not a set of facts, concept, or laws
waiting to be discovered. It is not something that exists independent of a
knower. Humans create or construct knowledge as they attempt to
bringmeaning to their experience. Everything that we know, we have made”Zahorik
: Contextual Teaching-Learning (2003:3)
Pembelajaran
kontekstual adalah sebuah system yang tidak berdiri sendiri. Pembelajaran
kontekstual mengandung bagian-bagian yang salin terkait dan berhubungan. Dari
bagian-bagian yang ada memiliki hal yang unik dan meberi dampak yang
tersendiri. Untuk itu agar proses pembelajaran dapat lebih memberi makna
bagian-bagian yang terpisah itu dapat saling terkait dan dapat member
kontribusi masing-masing sehingga dapat membantu siswa dalam memahami makna
dari pembelajaran termasuk materi-materi yang bersifat akademik.
Ada
8 komponen yang terkait dengan pembelajaran kontekstual antara lain sebagai
berikut:
1. Membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna
2. Melakukan pekerjaan yang berarti
3. Melakukan pembelajaran yang diatur sendiri
4. Bekerjasama
5. Berfikir kritis dan kreatif
6. Membantu individu untuk tumbuh dan berkembang
7. Mencapai standar tinggi
8. Menggunakan penilaian autentik
Menurut
Johnson dalam (Elaine B. Johnson, 2010:19) bahwa hakekat pembelajaran kontekstual adalah makna, bermakna, dan
dibermaknakan seperti yang tertera dalam kutipan sebagai berikut:
... an educational process that
aims to help students see meaning in the academic material they are studying by
connecting academic subjects with the context of their daily lives, that is,
with contect of their personal, social, and cultural circumtance. To achieve
this aim, the system encompasses the following eight component: making
meaningful connections, doing significant work, selt-regulated learning,
collaborating, critical an creative thinking, nurturing the individual,
reaching high standard, using authentic assessment.(Johnson,2002:25)
2.2 Mind
Mapping
Mind
mapping merupakan salah satu model pembelajaran yang menekankan pada pemetaan
otak yaitu dengan cara menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambilnya
kembali keluar otak. Bentuk mind mapping seperti peta sebuah jalan dikota yang
mempunyai banyak cabang. Seperti halnya peta jalan kita bisa membuat pandangan
secara menyeluruh tentang pokok masalah dalam suatu area yang luas. Dengan
sebuah peta kita bisa merencanakan sebuah rute tercepat dan tepat dan
mengetahui kemana kita akan perdi dan dimana kita berada.
Mind
Mapping bisa disebut sebuah peta rute yang digunakan ingatan, membuat kita bisa
menyeusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja otak kita yang
alami akan dilibatkan sejak awal sehingga mengingat informasi akan lebih mudah
dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat biasa. Ada beberapa
kelebihan apabila kita menggunakan model pembelajaran mind mapping antara lain
: a). Cara ini cepat. b). Teknik ini dapat digunakan untuk mengorganisasi ide
ide yang muncul dikepala anda. c). Proses menggambar diagram bisa memunculkan
ide-ide yang lain. d). Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis.
Cara membuat mind mapping, terlebih dahulu
siapkan selembar kertas kosong yang diatur dalam posisi landscape kemudian
tempatan topik yang akan dibahas di tengah-tengah halaman kertas dengan posisi
horizontal. Usahakan menggunakan gambar, simbol atau kode pada mind mapping
yang dibuat. Dengan visualisasi kerja otak kiri yang bersifat rasional, numerik
dan verbal bersinergi dengan kerja otak kanan yang bersifat imajinatif, emosi,
kreativitas dan seni. Dengan ensinergikan potensi otak kiri dan kanan, siswa
dapat dengan lebih mudah menangkap dan menguasai materi pelajaran.
Selain itu, siswa dapat menggunakan kata-kata kunci sebagai asosiasi
terhadap suatu ide pada setiap cabang pemikiran berupa sebuah kata tunggal
serta bukan kalimat. Setiap garis-garis cabang saling berhubungan hingga ke
pusat gambar dan diusahakan garis-garis yang dibentuk tidak lurus agar tidak
membosankan. Garis-garis cabang sebaiknya dibuat semakin tipis begitu bergerak
menjauh dari gambar utama untuk menandakan hirarki atau tingkat kepentingan
dari masing-masing garis.
2.3 Hasil Belajar Bahasa Inggris
Bahasa memiliki peranan sentral
dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa dan merupakan kunci
penentu menuju keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Mengingat fungsi bahasa yang
bukan hanya sebagai suatu bidang kajian, sebuah kurikulum bahasa untuk sekolah
menengah sewajarnya mempersiapkan siswa untuk mencapai kompetensi yang membuat
siswa mampu merefleksi pengalamannya sendiri dan pengalaman orang lain, mengungkapkan
gagasan dan perasaan, dan memahami beragam nuansa makna. Bahasa diharapkan
membantu siswa mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan
gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa
tersebut, membuat keputusan yang bertanggung jawab pada tingkat pribadi dan
sosial, menemukan serta menggunakan kemampuan-kemampuan analitis dan imaginatif
yang ada dalam dirinya.
Untuk mencapai kompetensi
berbahasa tersebut di atas, kurikulum ini berangkat dari seperangkat rasional
teoritis dan praktis yang mendasari semua keputusan perumusan standar
kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dalam kurikulum ini.Terdapat
beberapa landasan teoritis yang berimplikasi praktis dan mendukung penyusunan
kurikulum ini. Teori tersebut diadopsi sebagai kerangka berpikir sistematis
dalam mengambil keputusan dalam berbagai perumusan. Landasan kerangka berpikir
tersebut meliputi model kompetensi bahasa, model bahasa, tingkat literasi yang
diharapkan dicapai oleh lulusan, dan perbedaan hakikat bahasa lisan dan tulis.
2.4 Teks Procedure
Teks Procedure digunakan untuk memberikan
petunjuk tentang langkah-langkah/metoda/cara-cara melakukan sesuatu ( Otong
Setiawan Djuhaeri, 2006 : 38 ). Teks Procedure umumnya berisi tips atau
serangkaian tindakan atau langkah dalam membuat suatu baran atau suatu
aktifitas. Teks Procedure dikenal pula dengan istilah directory dan biasanya
dalam pembentukannya menggunakan kalimat imperative ( Suruhan ). Teks ini
umumnya memiliki generic structure ( susunan umum ): 1). Goal atau tujuan
kegiatan. 2). Materials atau bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat suatu
barang / melakukan suatu aktifitas yang sifatnya opsional. 3). Steps atau
tahapan-tahapan proses pembuatan dan pelaksanaan aktifitas.
Ada
tiga definisi "umum" mengenai procedure text : (1)Texts that explain
how something works or how to use instruction / operation manuals e.g. how to
use the video, the computer, the tape recorder, the photocopier, the fax. (2)
Texts that instruct how to do a particular activity e.g. recipes, rules for
games, science experiments, road safety rules. (3) Texts that deal with human
behaviour eg how to live happily, how to succeed.
Dari
keterangan di atas, dapat kita garis bawahi bahwa procedure text adalah (1)
Teks yang menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja atau teks yang menjelaskan cara
menggunakan pedoman instruksi / penggunaan. contoh : cara menggunakan video,
komputer, mesin fotokopi, fax dll. (2) Teks yang menunjukan cara melakukan
aktifitas tertentu. contoh : resep, aturan bermain game, eksperimen ilmiah,
aturan keamanan berkendara. (3) Teks yang berhubungan dengan tingkah laku
manusia.
Tujuan
procedure text adalah memberitahu pembaca cara melakukan / membuat sesuatu.
Informasi disajikan dengan urutan peristiwa yang logis. Peristiwa tersebut
biasanya dibagi menjadi beberapa langkah-langkah terpisah. Teks ini biasanya
ditulis menggunakan present tense. Contoh paling umum procedure text adalah
resep masakan.
Seperti
halnya pengertian procedure text di atas, generic structure (susunan umum)
procedure text juga ada tiga :
(1)
Goal (Maksud atau tujuan)
(2)
Material Needed (Materi / alat / bahan yang dibutuhkan)
(3)
Methods or Steps (Metode / langkah-langkah)
BAB III
GAMBARAN UMUM
LOKASI
3.1 Sekolah
3.1.1 Sejarah Singkat SMP Negeri Model TerpaduMadani
|
Gedung Dibangun Tahun
Anggaran 2005, tampak depan
|
Sekolah Menengah Pertama Negeri Model Terpadu Madani
Provinsi Sulawesi Tengah sering disebut dengan singkatan SMP Model
Madani. Sekolah ini merupakan salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan
Dinas. Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Provinsi Sulawesi Tengah. Pemikiran
untuk berdirinya sekolah model di Sulawesi Tengah berawal dari pemikiran para
tokoh pendidikan yang ada di Dikjar Provinsi Sulawesi Tengah, yang mana perlu
ada satu lembaga pendidikan yang dibina langsung oleh Dikjar
dan bertaraf Internasional. Namun permasalahan yang muncul adalah keterbatasan
dana untuk pembangunan sekolah tersebut.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka Gubernur
Provinsi Sulawesi Tengah, Prof (Em) H. Aminuddin Ponulele beserta Ketua
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Murad U Nasir,
M.Si. membuat pernyataan kesanggupannya menyediakan lahan seluas 2,5 Ha, dan
langsung mengusulkan ke Menteri Pendidikan Nasional Up. Sekretaris Jenderal
sesuai surat nomor 420/105/DIR/LR-G-ST tentang usul Pembangunan SMP Negeri
Model Terpadu Madani (Surat tertanggal 22 April 2004).
Sesuai pernyataan dan usul tersebut, maka Kepala
Pengawasan Indonesia Wilayah Timur Ir. Pitoyo, melihat langsung lokasi
tersebut, Hasil kunjungan tersebut, maka pihak pemerintah Provinsi Sulawesi
Tengah wajib membentuk Tim Teknis Provinsi, selanjutnya Tim Teknis Provinsi
segera melakukan pendaftaran dan seleksi siapa yang akan menjadi ketua komite
pembangunan SMP Negeri Model Terpadu Madani, dan selanjutnya ketua komite
tersebut akan menjadi Kepala Sekolah SMP Negeri Model Terpadu Madani.
Adapun Tim Teknis Provinsi adalah 1). Dra. Hj. Uhra
Lamarauna, M.Si., 2). Dra Hatija Yahya, M.Si. 3).Drs. H. Salum Kawandaud, 4).
Dr. Sapto Haryoko. 5). Drs. Hamid Muhammad, 6). Dr. Didik. 7). Beberapa
Konsultan Pusat antara lain Ir. Daniel dan Ir. Maryam.
Tim Teknis Provinsi ini wajib melaksanakan pemilihan
Ketua Komite Pembangunan yang nantinya melaksanakan pembangunan SMP Negeri
Model Terpadu Madani dengan mengacu pada pola pengelolaan dana Block Grant
(Suakelola). Hasil seleksi, ditetapkan sdr. Adnan M. Baralemba, S.Pd., M.Si.
Widyaiswara pada LPMP Provinsi Sulawesi Tengah terpilih sebagai Ketua Komite
Pembangunan.
Dengan terpilihnya Ketua Komite Pembangunan, maka
dilaksanakan penandatanganan kerja sama pendirian Unit Sekolah Baru disingkat
USB antara Direktur Peningkatan Mutu SLTP dengan Ketua Komite, demikian pula
antara Pemerintah Daerah (Dijkar Provinsi Sulawesi Tengah) dengan Ketua Komite
Pembangunan guna memulai pekerjaan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB)
tersebut. Pada tanggal 22 Februari 2005, dilaksanakan peletakan batu pertama
oleh Direktur Peningkatan Mutu SLTP disaksikan oleh Wakil Gubernur beserta DPRD
Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam amanat Direktur, menitipkan sekolah tersebut
kepada Ketua Komite agar benar-benar dapat dijadikan salah satu sekolah yang
unggul serta menjadi sekolah contoh di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah.
Selain itu, Direktur mengemukakan, walaupun ada upaya maksimal dilaksanakan
oleh sekolah, jika tidak ada dukungan dari pemerintah daerah, maka semua itu
akan sia-sia. Lanjutnya lagi, “Bentuk interpensi maupun hal lainnya yang
membuat sekolah merasa tidak nyaman dalam melaksanakan aktivitasnya, merupakan
faktor penghambat dalam upaya menjadikan SMP Model Negeri Terpadu Madani akan
tumbuh tidak sesuai yang diharapkan”.
Berdasarkan surat perjanjian tersebut, maka pada tahun
2005, dibangun USB SMP Negeri Model Terpadu Madani, lengkap dengan fasilitasnya
(Alat Laboratorium IPA, Laboratorium Kompurer, Laboratorium Bahasa,
dll).Pada tahun pelajaran 2006/2007 telah dilaksanakan penerimaan siswa baru
(PSB). Dalam penerimaan, dibantu oleh guru-guru SMA Negeri Model Terpadu
Madani, sambil menunggu rekrutmen guru-guru dan Pegawai SMP Model Madani.
Persyaratan siswa yang dapat mendaftar di SMP tersebut minimal rata-rata nilai
Ujian Sekolah 7,00. Siswa yang memiliki nilai yang dipersyaratkan
tersebut, akan mengikuti tes tertulis ( Matematika, IPA, IPS, Bahasa
Indonesia), selanjutnya dilakukan wawancara yang difokuskan pada penilaian
kepribadian, agama, dan kecakapan dalam berbahasa Inggeris. Hasil seleksi,
ditetapkan terdapat 48 (Empat puluh delapan) orang (dua rombongan belajar) yang
dinyatakan lulus seleksi.
Pada saat bersamaan, dilakukan pula rekrutmen guru
secara ketat. Hasil seleksi setiap mata pelajaran dua orang yang lulus seleksi.
Ini dilakukan dengan pertimbangan pembelajaran
yang dilaksanakan di sekolah tersebut adalah team teaching. Tenaga guru yang
lulus dalam penjaringan seluruhnya adalah instruktur Contextual Teaching
Learning (CTL) dan Instruktur Pembelajaran Berbasis Kompetensi (PBK), dengan
kualifikasi pendidikan sekitar 50 % Strata Dua (S2).
Untuk mengetahui bagaimana SMP Model Negeri
Terpadu Madani kedepan, maka pada tanggal 8 Agustus 2007, melalui rapat dewan
guru serta perwakilan orang tua murid, dirumuskan visi dan misi SMP Model
Negeri Terpadu Madani. Saat ini SMP Negeri Model Terpadu Madani
mengembangkan tiga bahasa yaitu Bahasa Inggris, Mandarin dan Arab selain bahasa
Indonesia. Pembelajaran dilakukan berbasis ICT.
Sebagai kelanjutan pembangunan USB SMP Negeri Model
Terpadu Madani, maka pada tahun anggaran 2007, Komite Pembanguan telah dibangun
Laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, Laboratorium Bahasa dan Ruang
Perpustakaan, ditambah pembuatan fasilitas lapangan serba guna, dapat digunakan
untuk upacara, lapangan basket, lintasan lari mengelilingi lapangan upacara
didesain berbentuk oval dengan lebar 4 meter, sumber dana berasal dari APBD dan
untuk mengantisipasi kekurangan dana, pihak Pusat memberi bantuan sekitar 200
juta bersumber dari APBN.
Dalam Pembinaan Sekolah Standar menjadi Formal
Mandiri, Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Sulawesi Tengah melalui
kegiatan Perluasan Peningkatan Mutu SMP Sulawesi Tengah, memberikan subsidi
kepada SMP Negeri Model Madani yang memenuhi pensyaratan dan diharapkan
menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN) yang merupakan syarat menjadi Sekolah
Bertarap Internasional (SBI).
3.1.2
Kondisi Geografis
Kondisi geografis SMP Negeri Model
Terpadu Madani terletak sangat strategis dan mudah dijangkau. Hal ini terbukti dengan mudahnya dijangkau
sekolah ini oleh masyarakat. Sekolah SMP Negeri Model Terpadu Madani ini merupakan
salah satu sekolah model dan sebagai sekolah percontohan. Dengan di
terapakannya SMP Model in maka di harapakan siswa – siswa dapat berprilaku
bagaimana cara bersikap dengan baik dan merujuk sebagai model lingkungan,
kerapian, kebersihan, dan sebagainya.
Kondisi geografis
yang sangat strategis ini sangat menguntungkan bagai masyarakat kota palu.
Mereka dapat menyekolahkan anak- anak dengan harapan dapat menyesuaikan diri
menjadi lebih baik, selain itu, SMP Model Terpadu madani ini dekat dengan
tempat fotokopi, Rumah Sakit, SMA Model Terpadu madani, SDN Model Terpadu
Madani, dan TK Model Terpadu Madani yang bertaraf Internasional.
3.1.3 Kondisi Fisik Sekolah
Pada tahap observasi
yang dilakukan selama seminggu, kondisi sekolah secara keseluruhan tergolong
baik. Keterlibatan siswa dalam menjaga kebersihan dan keindahan sekolah sangat
kental dengan adanya peraturan yang mengharuskan seluruh siswa untuk memungut
sampah yang berada di halaman luar sekolah sebelum masuk ke area utama sedangkan
di area utama yang diawasi oleh guru piket. Siswa yang mendapat giliran piket
kebersihan diharuskan membersihkan areal di sekitar kelas masing-masing sebelum
diadakan apel pagi.
SMP Model Terpadu Madani adalah
lembaga pendidikan yang beralamat di Jl. Suekarno Hatta Bumi Roviega Kelurahan
Tondo Palu Timur. Dari
segi geografis, letak sekolah berada didaerah yang strategis, karena berada tepat
di pusat dekat Tondo di mana adanya pusat perkembangan kota Palu, dimana bisa
dijangkau oleh masyarakat.
SMP Model Terpadu Madani adalah sekolah negeri rintisan Sekolah Standar Nasional dengan
menerapkan sekolah model atau percontohan. Adapun Kepala Sekolah dari SMP Model Terpadu
Madani yaitu Bapak Suparman
S.Pd., M.Pd. Bangunan sekolah ini
sudah cukup memadai yang
berdiri diatas tanah dengan luas 2, 5 Ha. Dengan ruangan yang cukup lengkap untuk Kepala Sekolah,
staff guru, ruang
tata usaha dan memiliki 13 ruangan kelas, yang mana
terdiri atas: kelas VII terbagi dalam 5 kelas, dan kelas VIII terbagi dalam 4 kelas dan kelas IX terdiri dari 4 kelas. Selain itu terdapat juga ruangan untuk
fasilitas-fasilitas lainnya, yakni ruangan multimedia, ruangan keterampilan,
perpustakaan, laboratorium IPA dan mushalla.
Kondisi bangunan sekolah ini layak karena kondisi gedung sudah lengkap dengan fasilitas yang cukup memadai untuk kegiatan
belajar mengajar, apalagi baru-baru ini sudah dilakukan renovasi untuk
beberapa ruangan kelas dengan menambahkan 1 unit infokus disetiap kelas walaupun ada
beberapa infokus yang kurang berfungsi dengan baik. Serta dengan menambahkan AC di kelas IX dan
VII, serta 1 kipas angin di ksetiap kelas VIII.
Di SMP Model Terpadu
Madani juga terdapat sebuah perpustakaan. Kondisi perpustakaan secara keseluruhan teratur dan
rapi serta dapat meningkatkan minat baca para siswa. Skolah juga menyiapkan
buku buku untuk setiap mata pelajaran seperti Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia, Fisika dan
sebagainya. Di sekolah ini juga terdapat 1 Laboratorium IPA yang memiliki
perlengkapan cukup memadai. Selain perpustakaan dan laboratorium, namun ada beberapa
kekurangannya yaitu sekolah belum mempunyai musholah.
Sarana dan prasarana
olahraga sangat mendukung, dengan adanya lapangan bola, lapangan volly, lapangan
bulu tangkis serta lapangan takraw sehingga sangat membantu meningkatkan minat
dan bakat siswa dalam bidang olahraga hanya saja fasilitas pendukung seperti
matras dan alat-alat olahraga masih tergolong kurang lengkap. Kegiatan ekstrakurikuler siswa seperti
Pramuka dan olahraga berjalan dengan teratur sesuai jadwal yang
telah ditentukan. Sekolah mempunyai 3 kantin dan
1 Koprasi, yang dimana pelayanannya sangat memadai untuk para siswa.
BAB IV
METODE PENELITIAN
Berdasarkan
permasalahan yang telah dikemukakan, maka metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yaitu metode yang
diarahkan unutk memecahkan masalah dengan cara memaparkan atau menggambarkan
apa adanya hasil penelitian (Winarno Surachman, 1992: 139).
Penelitian
ini menjelaskan tentang pengaruh penggunaan pembelajaran kontekstual dalam hal
ini penggunaan mind mapping terhadap hasil belajar bahasa inggris ditinjau dari
keaktifan siswa.
4.1 Strategi Penelitian
Adapuns trategi dan pendekatan yang
digunakan adalah :
4.1.1 Observasi
Observasi dilakukan selama
tujuh hari untuk meninjau secara langsung kondisi geografis maupun karakteristik
masyarakat yang ada. Hal yang dilakukan adalah mengadakan silaturahmi baik pada
pendekatan persuasif personal, sasaranya adalah siswa kelas IX Ibnu Sina SMP Negeri Model Model Terpadu Madani.
4.1.2
Wawancara dan test
Teknik pengumpulan data
melalui tanya jawab
kepada siswa dan memberikan test.
4.2
Instrumen Penelitian
Adapun instrumen yang disiapkan untuk melaksanakan penelitian
ini adalah sebagai berikut:
Instrumen untuk memperoleh hasil
belajar Bahasa Inggris yaitu berupa soal-soal atau tes bahasa Inggris sesuai
dengan tingkat kelas yang diteliti.
4.2.1
Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan tes pada kelas yang
pembelajarannya dengan pembelajaran kontekstual dan kelas yang pembelajarannya dengan cara
konvensional. Setelah itu hasilnya dikumpulkan sebagai data hasil belajar. Data
keaktifan siswa didapat diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh siswa pada
kelas sampel yang pembelajarannya dengan pembelajaran kontekstual. Sedangkan keberlangsungan kelas
dengan pembelajaran kontekstual yang diberikan
pada guru pengajar kelas sampel pada kelas eksperimen. Data-data diperoleh dari
angket yang diisi oleh kelompok sampel. Data-data dikumpulkan, diberi skor, di
jumlah dan kemudian dianalisis.
4.3 Populasi dan Sampel
4.3.1
Populasi
Populasi yang terkait dengan penelitian tersebut
adalah semua Sekolah Menengah Pertama Model Terpadu Madani dalam pembelajaran
bahasa Inggris.
4.3.2 Sampel
Sample dari penelitian adalah
siswa kelas IX Ibnu Sina Sekolah Menengah Pertama Negeri Model Terpadu Madani.
BAB V
PEMBAHASAN
5.1 Lokasi dan objek penelitian
5.1.1.
Lokasi penelitian
Penelitian ini berlokasi di wilayah Kuliah
Kerja Nyata Profesi Integral Multi Model Angkatan 72 Semester Ganjil 2015/2016 Universitas
Tadulako di Kota Palu, Kecamatan matikulore, Kelurahan Tondo.
5.1.2
Objek Penelitian
Adapun objek dari penelitian ini adalah siswa
kelas IX Ibnu Sina SMP Negeri Model Terpadu Madani.
5.2 Hasil
Mind mapping merupakan salah satu metode pembelajaran
yang dapat di padankan dengan penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual/ Contextual Teaching and Learning Approach
(Pembelajaran
Kontekstual Approach) yang selanjutnya disebut pembelajaran kontekstual saja adalah merupakan variable
bebas (X2), variabel stimulus, prediktor, antecedent (independent variable) atau variabel yang mempengaruhi sehingga
variabel ini yang menyebabkan adanya perubahan. Pembelajaran kontekstual dapat
meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa karena dalam pembelajaran
memiliki prinsip-prinsip yang meliputi metode contructivism, inquiry, questioning, modeling, learning community,
authentic assessment dan reflecting.
Constructivsm
(Konstruktivisme) dalam pendekatan pembelajaran kontekstual dapat membangun pengetahuan manusia
sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui koteks yang terbatas
(sempit) dan tidak main - main. Pengetahuan bukan seperangkat fakta-fakta,
konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi
pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Dengan demikian peningkatan
terhadap hasil belajar dapat ditingkatkan. Karena metode inquiry dalam pembelajaran
kontekstual yang menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran maka
pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat
seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukansen diri. Dengan demikian metode
inquiry dengan pendekatan kontekstual tersebut dapat meningkatkan hasil belajar
bahasa Inggris.
Pembelajaran konvensional adalah merupakan variabel
kontrol yang akan dibandingkan dengan pembelajaran kontekstual sebagai variabel bebas.
Dalam hal ini pembelajaran konvensional hanya mengunakan metode ceramah, tanya
jawab dan penugasan. Dalam interaksi pembelajarannya sangat terpusat pada guru
(teacher’s centered oriented),
sehingga belum bisa mengoptimalkan pembelajara, belum bisa mengkatifkan siswa
dan belum dapat pula mengotimalkan hasil pembelaharan khususnya hasil belajar bahasa
Inggris.
Keaktifan siswa sebagai variabel bebas (X2) yang akan
mempengaruhi terhadap penggunaan pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar
dipengaruhi oleh tingkat keaktifan siswa, semakin aktif semakin tinggi hasil
belajar. Dengan kata lain jika, suatu kelas dimanipulasi dengan penggunaan pembelajaran kontekstual dalam pembelajarannya maka hasil
belajar maupun proses belajar akan tinggi, dengan catatan tingkat keaktifan
siswa juga tinggi. Keaktifan yang diciptakan tidak hanya keaktifan fisik,
keaktifan otak dan keaktifan indera perespon lainnya jika ada stimulus. Dalam
hal ini misalnya: dengan gerakan badan, kepindahan badan seseorang, berfungsi
indera seseorang untuk merespon stimulus yang ada sehingga dapat mengaktifkan
fungsi otak yang dimiliki individu tersebut dengan keaktifan yang dioptimalkan
akan meningkatkan hasil belajar khususnya hasil belajar bahasa Inggris.
Pembelajaran kontekstual yang didukung oleh tujuh
prinsip pembelajaran kontekstual akan dapat meningkatkan keaktifan siswa,
dengan keaktifan yang diciptakan itu, akan mengoptimalkan proses
pembelajaran, dengan pembelajaran yang optimal akan meningkatkan hasil belajar
khususnya bahasa Inggris.Mind mapping merupakan cara untuk menempatkan informasi ke dalam otak
dan mengambilnya kembali ke luar otak. Bentuk mind mapping seperti peta sebuah
jalan di kota yang mempunyai banyak cabang. Seperti halnya peta jalan kita bisa
membuat pandangan secara menyeluruh tentang pokok masalah dalam suatu area yang
sangat luas. Dengan sebuah peta kita bisa merencanakan sebuah rute yang
tercepat dan tepat dan mengetahui kemana kita akan pergi dan dimana kita berada.
Mind mapping bisa disebut sebuah peta rute
yang digunakan ingatan, membuat kita bisa menyusun fakta dan fikiran sedemikian
rupa sehingga cara kerja otak kita yang alami akan dilibatkan sejak awal
sehingga mengingat informasi akan lebih mudah dan bisa diandalkan daripada
menggunakan teknik mencatat biasa.
Konsep Mind Mapping asal mulanya
diperkenalkan oleh Tony Buzan tahun 1970-an. Teknik ini dikenal juga dengan
nama Radiant Thinking. Sebuah mind map memiliki sebuah ide atau kata sentral,
dan ada 5 sampai 10 ide lain yang keluar dari ide sentral tersebut. Mind
Mapping sangat efektif bila digunakan untuk memunculkan ide terpendam yang kita
miliki dan membuat asosiasi di antara ide tersebut. Mind Mapping juga berguna
untuk mengorganisasikan informasi yang dimiliki. Bentuk diagramnya yang seperti
diagram pohon dan percabangannya memudahkan untuk mereferensikan satu informasi
kepada informasi yang lain.
Mind mapping merupakan tehnik penyusunan
catatan demi membantu siswa menggunakan seluruh potensi otak agar optimum.
Caranya, menggabungkan kerja otak bagian kiri dan kanan. Dengan metode mind
mapping siswa dapat meningkatkan daya ingat hingga 78%.
Beberapa
manfaat memiliki mind mapping antara lain :
1.
Merencana
2. Berkomunikasi
3. Menjadi Kreatif
4. Menghemat Waktu
5. Menyelesaikan Masalah
6. Memusatkan Perhatian
7. Menyusun dan Menjelaskan Fikiran-fikiran
8. Mengingat dengan lebih baik
9. Belajar Lebih Cepat dan Efisien
10. Melihat gambar keseluruhan
Ada
beberapa kelebihan saat menggunakan teknik mind mapping ini, yaitu:
a.
Cara ini tepat untuk memudahkan siswa memahami teks singkat berbentuk prosedur.
b.
Teknik dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang muncul
dikepala anda
c.
Proses mengganbar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain.
d.
Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis.
Dari
uraian tersebut, peta pikiran (mind mapping) adalah satu teknik mencatat yang
mengembangkan gaya belajar visual. Peta pikiran memadukan dan mengembangkan
potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya
keterlibatan kedua belahan otak maka kan memudahkan seserorang untuk mengatur
dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara
verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak
dalam menyerap informasi yang diterima.Peta pikiran yang dibuat oleh siswa
dapat bervariasi setiap hari. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan
perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap harinya. Suasana menyenangkan
yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan
mempengaruhi penciptaan peta pikiran. Tugas guru dalam proses belajar adalah
menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam
proses pembuatan mind mapping.
Hasil Belajar Bahasa Inggris adalah variable terikat (Y), variabel output,
kriteria, konsekuen (dependent variable)
atau variabel yang dipengaruhi. Variable ini mencakup hasil pembelajaran bahasa
Inggris yang sudah mencakup hasil pembelajaran membaca (reading),menulis (writing),
berbicara (speaking) dan mendengar (listening)
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV, penulis dapat
menarik kesimpulan sebagai berikut.
1.
Penerapan strategi mind mapping dapat
membantu siswa dalam mengorganisasikan informasi yang dimilki secara sistematis
dengan kaitan yang logis sebelum mereka mulai berbicara dalam bentuk teks prosedur.
2.
Tindakan penelitian dengan strategi mind
mapping untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks prosedurdapat
dikatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata nilai menulis
mulai dari 51,8 pada pra siklus, 58,9 pada siklus I dan 70,4 pada akhir siklus
II.
3.
Pemilihan topik yang akrab dalam pembelajaran teks prosedurdengan strategi mind
mapping dapat menimbulkan respon positif dan sangat membantu siswa dalam
mengembangkan ujaran/penjelasan mereka.
6.2 Implikasi / Rekomendasi
Implikasi dari hasil penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1.
Dalam rangka memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi siswa pada
akhirnya dapat meningkatkan efektifitas dan hasil pembelajaran. Oleh karena itu
pemerintah dalam hal ini LPMP hendaknya mengadakan kegitan forum ilmiah ini
secara berkelanjutan sebagai upaya memotivasi tenaga pendidik untuk melakukan
penelitian dalam memecahkan masalah pembelajaran khususnya dan meningkatkan
mutu pendidikan nasional pada umumnya.
2.
Untuk memperoleh hasil yang lebih luas dari penerapan strategi mind mapping ini, penelitian-penelitian
lanjutan lainnya dapat dilakukan tidak hanya pada mata pelajaran bahasa Inggris
khususnya pembelajaran teks prosedur
tetapi juga mata pelajaran lainnya.
6.3 Saran
1.
Bagi Guru
Dalam menerapkan strategi mind mapping ini, guru hendaknya
memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keefektifannya seperti
topik pembahasan, kemampuan dan latar belakang siswa.
2.
Bagi Siswa
Kepada siswa disarankan untuk dapat
menggunakan strategi mind mapping ini
untuk melatih atau membiasakan diri berfikir dan bertindak secara terencana,
logis dan sistematis. Mereka diharapkan dapat menerapkannya tidak hanya pada
pembelajaran teks rosedur dalam bahasa Inggris tetapi juga pada mata pelajaran
lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Suprijono. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem.
Yogyakarta. Penerbit: PustakaPelajar
Arikunto, Suharsimi. 2005. Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta: Dirjen PMPPTK.
Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. PT Bumi Aksara.
Ary, Donald, dkk. 2009. Introduction to Resarch in Education.
Surabaya. Usaha Nasional (Karyaterjemahan Arif Furchan).
David W. Johnson, dkk. 2010. Collaborative Learning Strategi Pembelajaran
untuk Sukses Bersama. Bandung. Penerbit: Nusa Media.
Depdiknas. 2002. Pendekatan Kontekstual
(Cotextual Teaching and Learning (PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL)
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan:
Lampiran Permendiknas no 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Jakarta.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan:
Lampiran Permendiknas no 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
Jakarta.
Elaine B. Johson,2010. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Contextual Teaching and Learning. Bandung.
Penerbit: Kaifa.
Kemmis, S. dan Taggart, R. 1988. The Action Research
Planner. Deakin:Deakin University.
Masidjo,1995, Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di
Sekolah. Yogyakarta. Penerbit: Kanisius.
Melvin L. Silbermen. 2010. Active Learning. Bandung. Penerbit: Nusa
media dan Penerbit: Nuansa.
MicoPardosi. 2004. BelajarSendiri
Internet. Surabaya. Penerbit: Indah.
Mulyana, Slamet. 2007. Penelitian Tindakan Kelas dalam
Pengembangan Propesi Guru. Bandung:LPMP
Nasution,S. 2008. Metode Reearch.
Jakarta. PT BumiAksara
Robert L. Slavin.2010. Cooperative Learning Teori,
RisetdanPraktik. Bandung. Penerbit: Nusa Media
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D. Bandung. Penerbit Alfabeta.
Sugiyono. 2007.Statistik untuk Penelitian.
Bandung. Penerbit Alfabeta.
Suhardjono, et.al. 2005. Pedoman Penyusunan Karya Tulis
Ilmiah Di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi
Guru.Jakarta:Dirjen Dikgu dan Tentis.
Wibawa, Basuki. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
Depdiknas Dirjen Pendasmen Dirtendik: 2003.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar